Feeds:
Tulisan
Komentar

Hoee…akhirnya setelah pergulatan batin (halah), saya putuskan juga untuk beriklan. Untuk ajang promosi d’BC Network saya. Tadinya, sempet ga mau ngiklan juga sih, modal pas-pasan nih. Tapi, ya…iklan adalah bentuk investasi juga kan. Kalau mau bisnis-nya jalan, ya ngiklan dong ya..he3

kenapa di ppcindo? Ya, salah satunya karena rate-nya yang lumayan sesuai dengan kantong, minimum $5 (kurs $1=Rp9.200), kurang dari 50rebu kan tuh. dan itu bisa untuk sekitar 100 klik dengan rate minimum $0.05/klik. Ini untuk ditaro di publisher yang rank alexa-nya bagus lhooo…

Nah,kemaren dah coba tambah deposit buat ngiklan, saya pilih cara transfer trus konfirmasi via sms. Ternyata tanggapannya juga cepat. begitu konfirm paginya, siangnya deposit dah masuk ke account dan udah mulai bisa pasang iklan. It’s soo easy.

Nah baru sehari masang, iklannya dah tampil 3rebu kali, lumayaaann…abis saya ga mungkin juga kan blogwalking sehari 3rebu, Giaaa…bisa teler. ternyata, budget iklan itu memang penting. he3. Cobalah.

I’m Ditha

And I’m a proud consultant

images1Hypermarket bukan lagi suatu ancaman kosong bagi pasar tradisional Indonesia. Kalau mau ditilik lagi, jumlah gerai pasar modern sangat besar ini pada tahun 2008 hampir mendekati angka 150-an, dengan gerai terbanyak dipegang oleh carrefour. Bagi yang tinggal di ibukota tercinta, Jakarta, carrefour bisa ditemui dimana-mana. Tak tanggung-tanggung, terdapat 19 gerai di Jakarta.

Tidak hanya carrefour, kehadiran hypermarket lain pun ikut mewarnai suasana perkotaan. Ada hypermart, Giant, dan Makro. Jaringan pasar besar ini bagaikan menghimpit konsumen maupun pasar tradisional secara besar-besaran.

Kehadiran hypermarket di tengah-tengah perkotaan saat ini bisa dibilang hampir tidak wajar. Sejatinya, hypermarket hanya perlu ada satu atau dua dalam satu kota atau wilayah. Kenapa? Hypermarket adalah pasar modern besar yang memiliki varian barang sangat luas. Mulai dari keperluan sehari-hari hingga barang elektronik, kendaraan, dan alat olahraga besar. Belanja pun tak perlu terlalu sering, karena sekali datang kita bisa belanja masal.

Tapi kenyataan yang ada justru sebaliknya. Di kawasan Lebak Bulus misalnya, Carrefour dan Giant tidak malu-malu berhadapan satu sama lain. Konsumen tinggal menyebrang untuk ganti tempat belanja. Mau berjalan jauh sedikit? Mungkin anda akan menemukan gerai hypermarket yang lain.

Banyaknya hypermarket yang dibuka, seolah-olah membuat kita lupa akan kehadiran pasar tradisional di sekeliling kita.  Kehadiran hypermarket pun sudah bisa dibilang melebihi kehadiran pasar tradisional dalam suatu kawasan. Hypermarket yang bertempat di gedung ber-ac, bersih dan lengkap telah menjadi saingan berarti bagi pasar tradisional. Harga yang bersaing juga semakin membuat pasar tradisional “kalah” di mata konsumen. Kontribusi pasar tradisional ke konsumen pun semakin menciut dengan semakin menjamurnya hypermarket. Belum lagi gosip tak sedap seputar pasar tradisional, mulai dari daging gelonggongan sampai produk kadarluarsa). Hal inilah yang kemudian semakin mengaburkan konsumen dari pasar tradisional. Sejatinya, memang tak ada konsumen yang mau ditipu bukan?

Konsumen jelas dimanjakan oleh kehadiran hypermarket. Segala kelebihan hypermarket adalah impian belanja konsumen yang terwujud. Kelebihan harga yang 100 atau 200 rupiah pun sudak tidak relevan untuk dipermasalahkan.

Tapi tak bisa dipungkiri, kehadiran hypermarket yang terlalu merajalela pelan-pelan akan mematikan pasar tradisional, jika terlalu berlebihan, kehadiran hypermarket juga akan menggerus keuangan konsumen.  Sudah saatnya pemerintah memberikan batasan dan regulasi yang jelas bagi hypermarket. Jangan sampai pasar yang bagus ini malah mematikan pasar tradisional bersama wong cilik di dalamnya.

Sumber:

 Gatra, Membendung Retail Raksasa Masuk Kampung, 4 Februari 2009

Swa, Cengkraman Hypermarket di Bisnis Ritel, 06/XXV/19 Maret – 1 April 2009

Pemilu bentar lagi euy…milih ga??? Kalo saya? maunya sih milih, tapiii, berhubung sekarang lagi ga di tempat yang sesuai KTP, kayaknya nggak bakal boleh ikutan nih :-P

Pemilu sekarang menurut saya sudah sangat ribet bin ribet. Kenapa? Mulai dari yang boleh ikut memilih, katanya ikut pemilu itu hak semua orang, lha mau milih pake daftar2, kalau yang orangnya super duper mobile gimana? mahasiswa yang kuliah di luar daerah domisilinya gimana? yang lagi bisnis? liburan?

Partai yang banyak juga makin bikin bingung. Walaupun rata-rata pemilih pasti sudah punya pilihannya masing-masing, tapi untuk yang belum punya pilihan, pasti bingung banget.

Belom lagi kebijakan caleg dengan suara terbanyak. Bagus sih, adil, tapiiii…kalau tiap di lampu merah ada foto caleg yang tingginya ngelebihin lampu merah, dan gedenya seatap rumah…kayaknya nggak banget deh. Kalau mau terkenal, kenapa nggak dengan program nyata sih??

Belom surat suara yang gedenya sekoran, huaaa…boros-boros!! GO GREEN PLEASEEE!!!

Trus, gimana dingan sistem contreng?? wah ga ada komentar deh, Pulpennya bawa sendiri pa dikasih?? Boleh bawa pulang?? (He3, ga modal)

Ada yang tau ngga, bilik suara dan kotak suaranya dibikin baru apa pake yang udah ada 4 tahun lalu?? kalau bikin baru…BOROSSS…

Hummhhh…katanya lagi krisis…ada nggak ya pemilu yang lebih bersahabat, nggak membingungkan, nggak gontok2an, nggak bikin macet jalanan, nggak boros, nggak buang2 kertas??? terakhir…nggak bikin stress…he3…Hummmmhh…Maybe…in the next 4 years…i hope…

Entrecard.com

entrecard1 Hii…akhirnyaaa…setelah sekian lama yaa…nulis juga tentang entrecard. Apasih entrecard? sebagian blogger mungkin udah pada tahu ya, entrecard adalah salah satu alat untuk mendapatkan free direct traffic ke blog kita. Tapi tunggu dulu…he3, soalnya sampai saat ini blog yang diterima sama entrecard baru blog berbahasa inggris. buat yang punya blog berbahasa indonesia? Ya tulis dong yang bahasa inggris. He3

Saya ikutin satu blog bahasa inggris saya di EC hasilnya, ok bow, banyak kunjungan dan drop, oh iya, EC sistemnya kita men-drop EC kita di blog sesama pengguna EC, dari situ kita dapet kredit yang nantinya kita bisa pakai untuk advertasing di blog orang, atau bahkan beli-beli barang dan jasa di Ec market. Simple and fun banget deh.

Oh iya, satu lagi, kemaren dapet surat dari EC yang bilang kalau sekarang kredit EC udah bisa ditukar dengan cash. Hoooraaayyyy…asiikkk…more money…

Mau liat blog EC-ku? klik aja di sini.

Owh, lagi buru-buru nih, any question? just comment me.

Kenapa ya??

Setelah pusing-pusing, walaupun nggak sampai tujuh keliling, cari topik buat postingan yang sekarang, akhirnya saya pengen curhat juga soal yang satu ini…

Udah lama nggak ke jogja, akhirnya setelah memberanikan diri kembali (karena harus menyelesaikan skripsi, wakakak), saya kembali juga. setelah berharap setengah mati nggak ada yang berubah selama 8 bulan nggak di jogja…akhirnya…ada yang berubah juga…hhhh(menghembuskan nafas mode “on”)

udah lama nggak makan steak di mall langganan, akhirnya karena kangen, makan juga di sana, sebelomnya udah ada ancang ancang dari temen, “eh harganya naik lho”, oh…ok deh, mungkin dia kena imbas krisis juga. wajaarrr..

Ternyata..bener juga, harganya naik. Sebetulnya hampir semua harga makanan di foodcourt fave saya itu pada naik harganya. Tapi dengan naiknya harga yang bisa saya maklumi itu, ada satu syarat di benak saya. “PORSINYA JANGAN BERUBAH YA!!!”

Nah disinilah MASALAHNYA!!!

Ternyata eh ternyata, porsinya beeeeeerrrrrruuubbbbaaaaaaaaaaahhhhh…MENGECIL!!!! JDERRRR…bagai petir di dalam gedung ber-AC (yang nggak mungkin banget deh) itu steak mengecil, karena pesen steak ayam, saya ngerasa makan potongan ayam ditepungin. Amiiitttt dehhhh…

INILAH MASALAH BISNIS DI INDONESIA!!! Nggak cuman restoran fave saya saja (sekarang sudah nggak fave lagi deh), banyak bisnis lainnya, apalagi yang restoran, yang bisanya cuman naikkin harga, tapi kualitas bukannya membaik, malah diturunin. Parah banget dah.

Sebetulnya konsumen Indonesia itu nggak pelit-pelit banget kok. Saya sebagai konsumen (yang nggak kaya2 amat) memang takut kalau ada kenaikan harga, tapi selama kualitas harga dan barang punya hubungan sama dengan (ada harga ada barang) ya nggak apa-apa. Mungkin awalnya aja konsumen berkurang. Tapi pada akhirnya? Ya tetep beli lagi di situ, kan ada azas kangen..he3 apalagi kalau makanannya enak.

Nah sebagai konsumen, monster terbesar ya tadi itu, kalau harganya naik, kualitasnya turun pula!Amiit-amit deh.

Hayooo..yang mau berbisnis!!!, perhatikanlah konsumen anda baik-baik, jangan pernah mengecewakan konsumen! Saya kecewa niiii..

Hhhhhhh(menghela nafas mode “on” lagi)….

Judul di atas bukan sembarangan judul. Tapi, judul di atas khusus diambil dari artikel Kompas Online yang saya baca baru-baru ini. Komentar Saya?

Ahhh…ga juga tuh, saya kan bukan “geek” facebook atau friendster. Orang Indonesia adalah orang yang senang berinteraksi dengan orang lain, jadi fungsi facebook ataupun jejaring sosial lainnya ya untuk berkomunikasi dengan kawan-kawan, apalagi kalau kawannya sudah nun jauh di sana. Tidak tinggal dekat dengan kita.

Walaupun memang tidak ditampik penyakit-penyakit bakal berdatangan pada sesuatu yang sifatnya berlebihan. Jadi…be wise…segala sesuatunya ada positif dan negatifnya. Ya kan??

Franchise: Ayam Pakuan

Kalau akhir-akhir ini Anda punya cukup banyak waktu untuk menonton televisi atau kalo tidak sengaja Anda menonton iklan, Anda pasti tahu tentang Ayam Pakuan.

Ya Ayam Pakuan adalah salah satu franchise asli Indonesia. Ayam Pakuan  lahir dari tangan Kusnadi. Sebagai bahan pertimbangan untuk pemilihan franchise Anda, Ayam Pakuan memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Ayam Pakuan menggunakan ayam berkualitas dengan sistem pengolahan yang tepat serta pemotongan ayam dan penanganan yang higienis dan halal
  • Ayam Pakuan memiliki cita rasa yang khas, bergizi, lezat, dan renyah dengan rasa bumbu yang meresap sampai ke tulang
  • Counter Ayam Pakuan memiliki design yang unik, menarik, dan elegan. Counter memiliki roda hingga mudah digeser, gampang dipindah dan mudah masuk dalam mobil bak terbuka
  • Modal yang tidak terlalu besar (terjangkau)
  • Cita rasa yang Lezat dan bergizi
  • Tanpa royalty
  • Prospek ke depan cerah, dengan trend fastfood sebagai gaya hidup
  • Pengembalian modal yang relative cepat, karena sistem tunai
  • Pengelolaan relatif mudah

Ayam Pakuan memiliki beberapa paket bermitra yang bisa Anda pilih sesuai dengan kemampuan modal Anda untuk memulai usaha.

  1. Paket 2: Rp 110.000.000,- (Standing Booth, Royalty Fee 3%)
  2. Paket 3: Rp 150.000.000,- (Mini-Resto, Royalty Fee 3%)
  3. Paket 4: Rp 350.000.000,- (Restaurant, Royalty Fee 3%)

Nah, Anda tertarik? Informasi yang lebih lanjut silahkan liat di website Ayam Pakuan.

Ayo, siapa tahu Ayam Pakuan bisa mengalahkan jaringan McD. Ya Tidak?

Hidup Produk Indonesia!!!

Di dunia penerbangan terdapat kelas bisnis dan kelas ekonomi. Di sisi lain, dunia kereta api justru ada tiga istilah, ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Di restoran ada istilah regular, medium, big, atau bahkan jumbo. Starbucks sendiri punya istilah tall dan grande untuk kopinya. Lalu? Ada apa dengan istilah-istilah ini?

Dalam dunia bisnis, khususnya dalam penjualan produk dan servis, sudah hal yang sewajarnya untuk memiliki berbagai pilihan produk maupun ukuran. Semuanya punya tujuan yang sama, memperluas pasar dengan memperluas pilihan konsumen.

Biasanya, istilah-istilah digunakan untuk membedakan suatu produk yang memiliki pilihan ukuran, seperti besar atau kecil, dan untuk membedakan kelas pelayanan, seperti ekonomi, bisnis dan eksekutif dalam perkeretaapian. Pertanyaannya, kenapa perlu istilah? Padahal kita bisa saja langsung menggunakan kata besar dan kecil atau mahal dan murah.

Jawabannya, semua terletak pada konsumen, beberapa konsumen memiliki nilai gengsi yang kuat dalam membeli suatu produk. Kecuali konsumen memang ingin membeli produk murah, konsumen tidak ingin menunjukkan kepada konsumen lain bahwa mereka ingin membayar murah atas suatu produk. Sebagai contoh, di sebuah restoran, konsumen yang membeli porsi small mungkin akan dikira sedang diet oleh konsumen yang lain, padahal, mungkin saja si pemesan memang sedang ingin membayar murah(karena hari itu sedang tidak bawa uang banyak misalnya, he3 ^_^).

Di sisi yang lain, strategi ini juga cocok untuk konsumen yang menghargai kuantitas dibandingkan kualitas, minuman dengan label “big” atau “large” akan memiliki value yang lebih besar di mata konsumen ini.

Tapi, tidak bisa dipungkiri juga bahwa kadang-kadang istilah-istilah di atas bisa “menipu” konsumen. Dari pengalaman pribadi, di salah satu bioskop terkenal di Jakarta, saya dan pasangan mau membeli popcorn sebagai teman nonton. Pas ditanya sama penjualnya “mau yang regular atau small?”, karena dikiranya ukuran yang biasanya itu regular, ya kita pesan regular, eeeeehhhh, ternyata regular itu justru ukuran yang besarnya, untung boleh dituker, ^_^. Jadi kalau anda mau menggunakan istilah dalam bisnis Anda, gunakanlah dengan bijak.

Join Now at Klikrupiah.com

Waw, kalau liat judulnya, bukan berarti isinya tentang apa itu US International Airmail lho! Tapi sesuatu yang jelas lebih menarik lagi.

Setelah menunggu cukup lama (yaa sekitar 2-3 minggu, akhirnya surat yang saya tuggu-tunggu datang juga. Pas melongok ke garasi, udah hampir loncat-loncat deh! ternyataa…Akhirnyaa…Datang Juga. Surat dari mbah Google. Yang ngasih tau soal PIN Adsense saya.

Ho, sekarang terbukti sudah, kalau cari doku di Internet itu bukan isapan jempol semata. Memang agak sulit sih awalnya. sampai sekarang pun saya masih belajar bagaimana caranya agar benar-benar efektif dan menghasilkan.

Salah satu program yang saya pilih ya Adsense itu. Kenapa? Ada beberapa alasan:

  1. Adsense programnya cukup jelas dan mudah
  2. Struktur pembayarannya juga jelas dan sudah terbukti
  3. Pendapatan tak terbatas
  4. Dolar based!

Yah, empat alasan utama itulah yang mendasari saya untuk mulai melangkah dan mempelajari seluk beluk adsense dan cara pengguaannya. Sekarang memang belum dapet payment sih (karena belum sampai $100 juga, he3) tapi kalau udah dapet PIN, itu berarti semuanya lancar-lancar saja.

Mau ikutan Adsense? Ayooo, jangan mau ketinggalan gitu ah! Ayo ikut!

Apenta

Dear friends, satu lagi nih program afiliasi yang saya temukan (cieh, ditemukan, he3) dan yang sedang saya coba sekarang. Saya bergabung dengan salah satu web hosting lokal dengan menjadi afiliasinya.

Apenta memungkinkan kita untuk menambah penghasilan yang kita miliki saat ini dengan cara ikut mempromosikan jasa web hosting mereka. cara gabungnya gimana??

Eitsss..nanti dulu, jangan buru-buru gabung, liat dulu apa yang bisa ditawarkan.

  • bonus Rp50.000,- saat mendaftar
  • penghasilan tambahan lewat komisi 10% dari setiap transaksi yang kita referensikan
  • bonus 10% dari pendapatan downline atau level 1
  • bonus handphone setiap bulan untuk satu anggota yang mencapai komisi Rp500.000,- atau lebih pada bulan yang bersangkutan
  • tanpa resiko
  • tanpa modal alias gratissss

program afiliasi ini terbuka bagi siapa saja yang berminat dan serius silahkan bergabung di sini.

Lalu cara kerjanya bagaimana??

  1. join menjadi afiliasi di sini. Gratis!
  2. Login dan copy kode HTML banner yang tersedia di ruang anggota.
  3. Pasang kode HTML banner tersebut di website atau blog anda.
  4. Anda akan mendapatkan komisi untuk setiap pelanggan hosting yang datang dari banner di website atau blog anda.

Gimana?? mudah khaannn???

Tertarik? Ngga ada salahnya dicoba lho..

Tulisan Sebelumnya »